BEKAL MAPAN: Bersama Kawal Masa Depan Pangan
Yuk, daftar untuk kawal MAPAN bersama!
Tentang Acara
Selain petani dan nelayan, anak muda juga punya andil akan masa depan pangan Indonesia! Kita mau ajak kamu sama-sama kawal masa depan pangan. Di acara ini kita akan kasih kamu bekal dari cerita, ilmu, jejaring, sama cinderamata yang bisa bawa pulang agar siap mengawal terus masa depan pangan kita.
Follow updatenya di Instagram @cips_id dan pantau #BEKALMAPAN di media sosial!
Mitra Acara
Pembicara
Jan Tuheteru
Anggota Bidang Advokasi dan Perlindungan Nelayan, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia
Syahril Abd Raup
Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Aditya Alta
Kepala Peneliti, Center for Indonesian Policy Studies
Rois Syarif Qoidhul Haq
Anggota Biro Khusus Media dan Publikasi, KNTI
H. Sardi S.Sos.
Petani Beras
Ryan Ferdiansyah
Petani Beras Organik
Anton Rizki
CEO, Center for Indonesian Policy Studies
Koes Afifah
Peneliti Kebijakan, Center for Indonesian Policy Studies
Rasya Athalla Aaroon
Research & Policy Associate, Center for Indonesian Policy Studies
Nabila Nurhidayati Rahmaningrum
Vice Director of Communication, International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS)
Adwin Pratama Anas
Sr. Vice President Operations, Eratani
Rahmad Supriyanto
Sr. Research & Policy Analyst, Center for Indonesian Policy Studies
Vanessa Reksodipoetro
Executive Director, Yayasan Usaha Mulia
Maria Dominika
Research and Policy Analyst, Center for Indonesian Policy Studies
Yulia Supadmo
Chief Communications Officer, Center for Indonesian Policy Studies
Prayudi Syamsuri
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas, Kemenko Bidang Pangan
Witny Virgiany Tanod
Chief Marketing & Corporate Affairs, Gokomodo
Erik Harisman Meliala
Strategic Growth and Program Development Lead, YASI
Nanin Noorhajati
Head of Research & Development, Syngenta Indonesia
Agenda Acara
Hari ke-1, 22 Mei 2026
Pameran Foto #SuaraMAPAN
Dengarkan suara lebih dari 20 cerita pejuang pangan Indonesia, dari petani hingga dan nelayan, dari Sabang sampai Pulang Pisau. Mari berkenalan dengan mereka di pameran foto #SuaraMAPAN terletak lantai 3, Galeri Cipta 2. Di setiap bagian, kamu akan menemukan pertanyaan kecil untuk direnungkan. Kumpulkan 3 cap perjalanan sebagai tanda bahwa kamu telah merenungkan kisah mereka sampai akhir.
Sistem Kuota Perikanan: Perlukah Demi MAPAN?
Indonesia negara kelautan, tapi mengapa nelayan kecil masih terjebak dalam kemiskinan? Melalui ini, kita akan membedah tuntas kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) berbasis kuota dari pemerintah yang kini berada di persimpangan jalan antara perlindungan ekologi dan keadilan ekonomi. Hadir sebagai ruang diskusi yang kritis namun kolaboratif, acara ini mengajak siap mengintegrasikan riset kebijakan mutakhir dengan realitas pahit di lapangan demi merumuskan tata kelola laut yang berkeadilan bagi masa depan pangan Indonesia. Pembicara & Moderator: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), dan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)
Nonton Bareng Film Dokumenter dan Talkshow "Besok Kita Nanem Lagi?"
Melalui pemutaran film dokumenter pendek dan talkshow eksklusif ini, kita akan mengupas realitas ironis para pejuang pangan yang terjebak di antara semangat inovasi wirausaha dan gempuran krisis iklim, kegagalan subsidi pupuk, hingga kebijakan yang justru membatasi ruang gerak petani gurem. Acara ini bukan sekadar nobar dan diskusi, melainkan ruang kritis untuk menggali solusi strategis dan mempertanyakan keberlanjutan masa depan pangan Indonesia: apakah generasi muda masih mau bertani, dan akankah mereka masih memiliki lahan serta kebebasan untuk terus menanam di masa depan? Hadir sebagai pembicara: Ryan Ferdiansyah (Petani Beras Organik Muda), Dr. Prayudi Syamsuri, S.P., M.Si – Staf Ahli (Kementerian Koordinator Bidang Pangan), dan Aditya Alta (CIPS).
DELEGASI: Suara Generasi Muda untuk Masa Depan Pangan + Pemutaran Film
Menuju visi Indonesia 2045, kita justru dihadapkan pada ironi besar: harga pangan domestik terus melambung tinggi dan krisis regenerasi petani semakin nyata, sementara kebijakan proteksionis sering kali membelenggu kesejahteraan para produsen pangan lokal kita. Lewat diskusi lintas generasi , acara ini hadir sebagai panggung krusial bagi anak muda untuk bersuara, membedah tantangan struktural, dan menuntut kemerdekaan berusaha bagi petani demi menjamin pemenuhan gizi nasional. Masa depan isi piring kita bukan sekadar urusan petani di sawah, melainkan tanggung jawab generasi muda yang akan mewarisi bangsa ini. Hadir sebagai pembicara dan moderator: H. Sardi S.Sos. (Petani Beras di Bekasi), Rasya Athalla Aaroon (CIPS), dan Witny Virgiany Tanod (Gokomodo), dan IAAS.
Hari ke-2
Pameran Foto #SuaraMAPAN
Dengarkan suara lebih dari 20 cerita pejuang pangan Indonesia, dari petani hingga dan nelayan, dari Sabang sampai Pulang Pisau. Mari berkenalan dengan mereka di pameran foto #SuaraMAPAN terletak lantai 3, Galeri Cipta 2. Di setiap bagian, kamu akan menemukan pertanyaan kecil untuk direnungkan. Kumpulkan 3 cap perjalanan sebagai tanda bahwa kamu telah merenungkan kisah mereka sampai akhir.
Workshop - Agripreneur: Pilihan Profesi Masa Depan?
Di tengah bayang-bayang krisis regenerasi dan ironi rusaknya kesuburan tanah akibat sistem subsidi yang kaku, sektor pertanian Indonesia sebenarnya menyimpan peluang raksasa jika dikelola dengan sentuhan modern. Berkaca dari suksesnya smart farming di Jepang dan urban farming di Singapura, workshop ini hadir sebagai ruang interaktif untuk membedah bagaimana teknologi, agritech, dan jiwa kewirausahaan anak muda bisa mendobrak jerat kemiskinan struktural. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk melihat peluang nyata sektor pertanian bukan lagi sebagai profesi masa lalu yang dikesampingkan, melainkan industri masa depan yang bergengsi dan berkelanjutan
Nonton Bareng Film Dokumenter "Besok Kita Nanem Lagi"
Besok Kita Nanem Lagi mengeksplorasi tantangan lintas generasi petani beras Indonesia. Sardi, seorang Baby Boomer yang tangguh, tumbuh dengan nilai-nilai pertanian tradisional. Dan Ryan, seorang Gen Z yang bersemangat, bergulat dengan teknologi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar yang terus berubah. Sardi dan Ryan tumbuh di era yang berbeda—menghasilkan pola pikir, tantangan, dan peluang yang berbeda. Tapi keduanya menghadapi tekanan serupa: perubahan tata ruang, rendahnya regenerasi petani, krisis iklim, hingga kebijakan proteksionis dan populis. Besok Kita Nanem Lagi bertanya: Bisakah para pejuang pangan seperti Sardi dan Ryan bertahan dan bahkan berhasil sebagai petani… demi keluarga dan masa depan pangan Indonesia?
Nonton Bareng Film Dokumenter "Besok Kita Nanem Lagi"
Besok Kita Nanem Lagi mengeksplorasi tantangan lintas generasi petani beras Indonesia. Sardi, seorang Baby Boomer yang tangguh, tumbuh dengan nilai-nilai pertanian tradisional. Dan Ryan, seorang Gen Z yang bersemangat, bergulat dengan teknologi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar yang terus berubah. Sardi dan Ryan tumbuh di era yang berbeda—menghasilkan pola pikir, tantangan, dan peluang yang berbeda. Tapi keduanya menghadapi tekanan serupa: perubahan tata ruang, rendahnya regenerasi petani, krisis iklim, hingga kebijakan proteksionis dan populis. Besok Kita Nanem Lagi bertanya: Bisakah para pejuang pangan seperti Sardi dan Ryan bertahan dan bahkan berhasil sebagai petani… demi keluarga dan masa depan pangan Indonesia?
Melampaui Sekat Dapur: Ruang Gerak Perempuan untuk Masa Depan Pangan
Meskipun 4,2 juta petani di Indonesia adalah perempuan yang menjadi garda terdepan pemenuhan gizi keluarga dan pelestarian lahan, peran vital mereka dalam ekosistem pertanian sering kali terpinggirkan oleh sekat domestik dan diskriminasi struktural. Melalui sesi ini kita akan membedah pentingnya pemberdayaan perempuan secara inklusif—mulai dari pengolahan pangan lokal bergizi tinggi hingga inovasi input pertanian ramah iklim yang digerakkan dari bawah (bottom-up). Hadir sebagai pembicara dan moderator: Vanessa Reksodipoetro (Yayasan Usaha Mulia), Nanin Noorhajati (Syngenta Indonesia), Maria Dominika (CIPS) dan Yulia Supadmo (CIPS)
Nonton Bareng Film Dokumenter "Besok Kita Nanem Lagi"
Besok Kita Nanem Lagi mengeksplorasi tantangan lintas generasi petani beras Indonesia. Sardi, seorang Baby Boomer yang tangguh, tumbuh dengan nilai-nilai pertanian tradisional. Dan Ryan, seorang Gen Z yang bersemangat, bergulat dengan teknologi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar yang terus berubah. Sardi dan Ryan tumbuh di era yang berbeda—menghasilkan pola pikir, tantangan, dan peluang yang berbeda. Tapi keduanya menghadapi tekanan serupa: perubahan tata ruang, rendahnya regenerasi petani, krisis iklim, hingga kebijakan proteksionis dan populis. Besok Kita Nanem Lagi bertanya: Bisakah para pejuang pangan seperti Sardi dan Ryan bertahan dan bahkan berhasil sebagai petani… demi keluarga dan masa depan pangan Indonesia?